Liku Endikat dan Liku Lematang Pagaralam Dihuni Dua Makhluk Gaib Penyebab Kecelakaan Maut, Berikut Penjelasannya

Penulis: - Jumat, 23 Agustus 2024
Jalur Likuan Endikat dan Likuan Lematang berada di ruas jalan penghubung Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Para pengguna jalan yang melintas di jalur ini biasa menyebutnya sebagai jalur maut atau jalur tengkorak.

Pagaralam, Sumselupdate.com – Jalur Likuan Endikat dan Likuan Lematang berada di ruas jalan penghubung Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Para pengguna jalan yang melintas di jalur ini biasa menyebutnya sebagai jalur maut atau jalur tengkorak.

Jalur Liku Endikat dan Liku Lematang banyak menyimpan kisah-kisah mistis dan menyeramkan yang konon jalur maut ini dihuni oleh banyak makhluk gaib.

Sebagian masyarakat yang menggunakan jalan ini juga percaya, makhluk-makhluk gaib inilah yang menjadi dalang dari serangkaian kecelakaan maut yang sering terjadi.

Tetapi benarkah kecelakaan itu disebabkan oleh ulah makhluk gaib, seperti apa dan siapa saja makhluk gaib penghuni Liku Endikat dan Liku Lematang ini.

Pada edisi narasi kali ini Sumselupdate.com seperti dilansir chanel youtube Kronik Nusantara akan menelisik serta akan berusaha menguak misteri serta fenomena mistis di Jalur Liku Endikat dan Liku Lematang.

Jalur Liku Endikat ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1920-an. Pada awalnya jalur ini dibuat untuk mengangkut hasil pertanian dari wilayah Pagaralam menuju Palembang.

Beratnya medan dan proyek yang dikerjakan ditambah dengan peralatan seadanya, konon membuat proses pembangunan jalan ini banyak menelan korban jiwa.

Seiring waktu, jalur ini kemudian berkembang semakin ramai Jalan Liku Endikat dan Liku Lematang menjadi jalur penghubung utama masyarakat Pagaralam dengan daerah-daerah sekitarnya.

Tercatat setidaknya ada dua kecelakaan besar yang terjadi selama jalan ini dioperasikan yakni kecelakaan pada tahun 1993 dan terakhir kecelakaan pada tahun 2019. Kecelakaan terakhir ini menimpa mobil bus yang datang dari arah Bengkulu.

Bus yang sarat penumpang tersebut terjun bebas menuju jurang Sungai aliran Lematang sedalam 200 meter. Kecelakaan hebat ini menelan banyak korban berdasarkan desas-desus yang tersebar di masyarakat sekitar, seringnya kecelakaan yang terjadi di jalur ini disebabkan ulah makhluk halus.

Menurut keterangan seorang praktisi supranatural yang tak ingin disebutkan identitasnya mengatakan bahwa makhluk halus yang paling sering mengganggu para pengendara yang melintasi jalan ini adalah sosok noni Belanda.

Konon hantu perempuan ini adalah perwujudan dari arwah korban kecelakaan yang terjadi pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia.

Selain hantu noni Belanda, makhluk halus lain yang kerap mencelakakan para pengguna jalan ini adalah sosok bugil anak merah dan hantu anak-anak.

Kedua makhluk inilah yang disebut-sebut juga sering muncul secara tiba-tiba di tengah jalan sehingga membuat para pengendara kaget dan reflek membanting setir, akibatnya kendaraan akan meluncur tak terkendali ke arah sisi jalan yang berbatasan langsung dengan mulut jurang.

Selain gangguan-gangguan yang menimpa pengendara roda empat, konon para pengendara roda dua pun sering diusik oleh penunggu gaib tempat ini.

Seorang pemuda dari sebuah klub motor Tanjung Enim Kabupaten Muaraenim yang enggan juga disebutkan identitasnya mengaku, memiliki pengalaman mencekam ketika melintas di jalur ini.

Menurutnya, gangguan yang ia terima bukan berbentuk penampakan visual melainkan suara tangisan perempuan.

Suara tangisan perempuan misterius itu mengiringinya sepanjang perjalanan meniti Liku Lematang sampai ke Liku Endikat.

Beruntung saat itu ia tak mengalami kejadian berujung fatal, akan tetapi meskipun begitu, gangguan tersebut tak ayal membuat rasa sedikit trauma melintas di jalur ini.

Demikianlah sedikit dari kisah-kisah mistis yang berhasil kami himpun terkait keangkeran Jalan Liku Endikat dan Liku Lematang.

Terlepas dari banyaknya kisah-kisah mistis yang selalu dikaitkan dengan kecelakaan yang terjadi di sana, sebenarnya peristiwa tersebut masih bisa dijelaskan dengan logika.

Kondisi Jalan Liku Endiikat yang berada di wilayah perbukitan curam dan kombinasi jalan yang turun naik serta berliku itu kerap menyulitkan para pengguna jalan yang kurang berpengalaman.

Selain itu faktor penyebab yang paling banyak ditemukan pada kasus kecelakaan besar di jalan ini ialah faktor human error dan kondisi kendaraan yang sudah tidak layak jalan.

Ditambah minimnya penerangan ketika malam hari membuat kecelakaan fatal sering terjadi di area ini.

Tanpa bermaksud mengabaikan faktor-faktor supranatural yang kami sampaikan di awal, rasionalitas dan ketenangan tetap harus diutamakan ketika Anda melintasi jalur ini.

Terlepas mana kisah yang paling benar, tergantung dari sisi mana Anda akan menilai. Namun yang paling penting dari itu semua, selalu awali perjalanan Anda dengan berdoa dan tetap berkendara dalam kondisi fit dan prima, jaga keselamatan diri serta orang-orang di sekitar Anda.

Hal-hal seperti ini jauh lebih bijaksana dan berguna daripada mengait pautkan peristiwa-peristiwa kecelakaan dengan sesuatu hal yang belum tentu teruji kebenarannya. (**)

Pos terkait