Sambung Pucuk Menjadi Berkah Bagi Petani Kopi di Pagaralam, Berikut Ulasannya

Penulis: - Selasa, 13 Agustus 2024
Alpian Maskoni selaku salah satu tokoh masyarakat Kota Pagaralam yang juga mantan Walikota Periode 2019-2023.

Pagaralam, Sumselupdate.com – Musim panen kopi di Kota Pagaralam pada tahun 2024 ini, membuat petani sumeringah dan senang. Pasalnya, hasil kopi bisa tiga sampai empat kali panen.

Tak hanya hasil produksi meningkat, harga biji kopi juga naik sampai 100 persen.

Bacaan Lainnya

Yando, salah satu warga Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan  mengatakan, hasil panen di kebun miliknya meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Dirinya mengakui ini berkat bantuan Pemerintah Kota Pagaralam melalui Dinas Pertanian dengan program sambung pucuk kopi atau stek kopi.

Bantuan sambung pucuk stek kopi ini merupakan program dari Alpian Maskoni, Walikota Pagaralam periode 2019-2023.

Untuk diketahui luas perkebunan kopi di Kota Pagaralam mencapai kurang lebih 8.074 hektar dan rata-rata ditanam di ketinggian 1.500 sampai 2.000 meter di bawah permukaan laut (mdpl).

Para petani kopi berharap program sabung pucuk stek kopi ini agar terus bisa dilanjutkan.

Menurut Alpian Maskoni selaku salah satu tokoh masyarakat Kota Pagaralam yang juga mantan Walikota Periode 2019-2023 mengaku ada rasa kebanggaan tersendiri, sesuatu yang dirancang dari jauh-jauh sebelum dirinya mencalonkan diri menjadi Walikota Pagaralam periode 2019-2023, bisa terbukti dan dirasakan masyrakat Pagaralam hingga sekarang.

Dikatakannya, masyarakat Pagaralam ini kebun kopinya sangat luas dengan hasil yang kurang, namun berbanding terbalik di daerah Lampung Barat yang notabenenya dengan lahan yang semakin menyempit bisa menghasilkan buah kopi yang melimpah berkat cara sambung pucuk atau stek kopi.

Dari hasil study tiru itu dirinya menerapkan program sambung pucuk pada saat ia menjabat Walikota Pagaralam, sehingga bisa terealisasi dan sampai sekarang bisa dinikmati masyarakat Kota Pagaralam serta berhasil dengan hasil panen yang melimpah dan tentunya dengan harga bisa sampai tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

Dirinya berharap kedepannya bisa meningkatkan produksi kopi dan kualitas kopi itu sendiri, tentunya dengan cara teknologi.

Teknologi yang menurutnya terbukti yaitu teknologi sambung pucuk yang diakuinya didapat daerah-daerah Lampung Barat yang didukung oleh berkah yang luar biasa bagi masyarakat Kota Pagaralam.

“Dengan harga kopi yang sudah di luar ekspektasi kita dengan harga kopi Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram, sudah luar biasa berkah bagi masyarakat Kota Pagaralam,” katanya.

Dengan keberhasilan tersebut, Alpian Maskoni akan membawa program sambung pucuk dengan inovasi terbaru pada saat pencalonannya pada Pemilu Kepala Daerah Kota Pagaralam 2024. (**)

 

Pos terkait